Munculnya Klaster Gowes Di Blitar, Hendak Sehat Malah Tertular Covid 19

Di pertengahan bulan Juli 2020 muncul klaster gowes di Blitar. Ini ketika beberapa anggota kelompok gowes dinyatakan positif tertular virus covid 19. Ini tentu harus menjadi pelajaran kita semua, jangan sampai ingin sehat malah tertular virus yang belum ditemukan vaksinnya tersebut.

Munculnya klaster ini berawal dari jatuh sakitnya salah satu anggota kelompok gowes di kecamatan garum. Yang bersangkutan kebetulan juga adalah salah seorang tenaga kesehatan (nakes). Ia sakit setelah melakukan aktivitas gowes bersama teman-teman gowesnya. Selama gowes ia memang memakai masker. Tapi ada momen ketika ia dan teman-temannya melepas masker.

Dari yang bersangkutan kemudian dilacak dan para nggota kelompok gowes tersebut dites Swap. Dan hasilnya sebagian dari mereka dinyatakan postif tertular.

Baca juga: Karena Banjir Tagar 4niesTipuWargaDKI Menggema

Sebagaimana kita ketahui bahwa akhir-akhir ini muncul tren baru, aitu trend bersepeda ontel alias gowes. Banyak orang yang tiba-tiba gila dengan aktifitas yang satu ini. Dari situ kemudian muncul klub-klub atau kelompok gowes. Mereka akan melakukan aktifitas gowes beramai-ramai layaknya geng motor.

Karena saat covid maka para penggowes tersebut harus memakai masker sebagai upaya pencegahan. Lah di sini sering muncul masalah. Karena memakai masker maka mereka kurang bebas bernafas. Padahal pada saat jantung dipacu dan nafas menjadi cepat maka kebutuhan udara dan oksigen meningkat.

Hal ini menyebabkan sebagian penggowes melepaskan masker. Ketika melepas masker maka mereka rawan tertular. Ini karena mereka gowes dengan berkelompok yang sering jarak antar orang tidak terlalu jauh.

Munculnya klaster gowes Blitar hendaknya menjadi pelajar bagi kita untuk tetap mempertimbangkan sisi keamanan dari penularan covid. Jangan sampai ingin sehat malah tertular penyakit.