Man Yazrok Yahsud: Barangsiapa Menanam maka Akan Mengetam

Setalah sebelumnya membahas tentang Man Tholaba Akhon Bila Aibin Baqiya Bila Akhin, kali akan dibahas tentang Man Yasrok Yahsud yang dalam Bahasa Indonesia kita mengenal ungkapan “barang siapa menanam maka ia akan mengetam.”

Pepatah bijak mengajarkan bahwa jika ingin menikmati hasil maka kita harus mengusahakannya. Kita tidak bisa sim salabim, abra kadabra dan apa yang kita inginkan langsung hadir di depan mata. Segala sesuatu perlu diupayakan. Agar upaya tersebut maksimal maka harus direncanakan.

Kalau kita ingin memanen padi maka kita harus menanam padi, jika kita ingin panen jagung harus menanam jagung, jika kita ingin memanen ikan bandeng maka kita harus sebar benih bandeng, jika kita ingin memanen kebaikan maka harus menanam kebaikan juga.

Sebelum menanam padi kita perlu mengerti waktu yang pas untuk menenam, lahan yang tepat, bibit yang cocok. Setelah itu setiap tahapan, mulai dari mengolah lahan, menyemai bibit, memindahkan bibit semaian, merawat padi yang sudah ditanam, memanen padi, memperlakukan padi yang sudah ditatam. Semua itu harus dikuasai.

Kita tidak bisa asal menyemai tapi mengharapkan hasil maksimal. Semua butuh ilmu dan usaha.

Begitu juga dengan anak. Kalau kita menginginkan anak kita baik maka dari awal harus direncanakan. Mulai dari memilih pasangan, memilih makanan. Setelah anak lahir bagaimana mendidiknya, sekolah mana yang dipilih. Dan semua itu tidak bisa dilakukan secara asal-asalan.

Kalau anak dididik asal-asalan nanti jadi seperti wiro sableng. Itu pun sudah bagus. Bisa jadi orang sableng dan jahat.