Masyarakat Sableng Menghadapi Wabah Corona

Wabah corona sudah memasuki Indonesia. Sudah lebih dari 100 orang yang dinyatakan positif terjangkit virus yang awalnya muncul dari kota Wuhan, Tiongkok tersebut. Bahkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dinyatakan positif corona. Karenanya masyarakat dibuat sableng menghadapi wabah ini.

Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah terkesan jalan sendiri-sendiri. Pemerintah pusat lambat dalam mengembil keputusan. Mungkin karena terlalu banyak pertimbangan. Salah satunya adalah pertimbangan ekonomi. Ketika suatu daerah diisolasi atau di-lockdown maka tentu sangat berdampak pada ekonomi. Jadi wajar saja kalau pemerintah mempertimbangkan hal tersebut.

Di sisi lain, melihat perkembangan wabah di wilayahnya pemda kemudian mengambil beberapa inisiatif untuk menjaga agar wabah tidak tambah menyebar. Kota Solo bahkan sudah memutuskan untuk lockdown. Wali Kota Solo mengatakan bahwa ia lebih baik dimarahi orang warasa (sehat) daripada disalahkan orang sakit.

Pemerintah DKI juga melakukan langkah-langkah yang terkesan berbeda dengan sikap Pemerintah Pusat. Ini bisa dimaklumi karena intensitas aktivitas warga Jakarta memang sangat tinggi. Jika wabah ini tidak mudah ditangani maka akan sangat cepat meluas.

Virus ini memang tidak terlalu berbayaha, apalagi bagi orang-orang yang tubuhnya sehat dan daya imunnya tinggi. Tapi masalahnya virus ini bisa menyebar dari manusia ke manusia. Karena penyebarannya dari manusia ke manusia maka potensi penyebarannya tinggi. Dan orang yang tidak memperlihatkan gejala masih bisa membawa virus, sehingga bisa menularkan ke orang lain.

Baca juga: Istiqomah dalam Kesablengan

Ketika yang tertular tersebut adalah orang yang rentan kekebalan tubuhnya maka ia akan terkena. Maka orang sehat bisa disalahkan dalam hal ini. Ia sehat tapi membawa virus yang menyebabkan orang lain tertular.

Melihat ketidaksigapan dan tidak adanya koordinasi yang baik antara pemerintah pusan dan pemda ini membuat masyarakat jadi senewen dan sableng. Mereka tidak tau apa yang harus dilakukan.

Semoga pemerintah segera melakukan upaya-upaya yang lebih mampu membuat masyarakat tidak sableng dalam menghadapi virus ini. Dengan menjadi sableng tentu makin rentan. Tapi menganggap bahwa seolah gak ada apa-apa lebih berbahaya.

Pemerintah Pusat dianggap sudah melakukan kesalahan ketika terlalu percaya diri menghadapi virus ini menganggapnya remeh. Padahal sudah banyak negara yang melakukan antisipasi dan persiapan yang luar biasa.